Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Targetkan Produksi Gula Capai 22.500 Ton

Gambar berita
14 Mei 2019 (17:43)
Ekonomi
4475x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Pabrik Gula (PG) Kedawung mentargetkan dapat memproduksi gula sebanyak 22.500 ton.

Tak main-main, target tersebut optimis dapat dicapai dalam satu kali musim giling, yakni antara 140-150 hari.

Fajar Lazuardi, General Manager PG Kedawung mengatakan, dalam sehari, pihaknya mentargetkan dapat menggiling tebu dengan kapasitas 2400 ton. Sehingga apabila dikalkulasikan dengan jumlah total lama waktu giling tebu, maka pihaknya akan dapat menggiling sebanyak 300.000 ton tebu. Tebu-tebu tersebut berasal dari para petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan, seperti Rejoso, Nguling, Grati, Pohjentrek, Rembang dan lainnya. Serta dari wilayah terdekat dari Pasuruan, yakni Probolinggo, Malang, Gresik, Lumajang dan Mojokerto.

“Yang paling mendukung tercapainya target produksi gula kami ya tebu itu sendiri. Alhamdulillah kerja sama dengan para petani tebu sangat baik, sehingga Insya Allah target kita akan tercapai sesuai waktunya,” kata Fajar saat ditemui di kantornya, Selasa (14/05/2019).

Dijelaskannya, gula yang diproduksi PG Kedawung adalah berjenis Gula Kristal putih (GKP) dengan rendemen atau kandungan gula dalam batang tebu sebesar  rata-rata 7,5%. GKP yang diproduksi adalah gula konsumsi, sehingga bisa dipergunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Termasuk warga sekitar pabrik.

“Semoga dengan cuaca yang baik dan operasional lancar, target bisa dicapai. Gula yang kami produksi adalah gula konsumsi, bukan gula rafinasi yang biasanya dipakai untuk industry. Silahkan kalau ada masyarakat yang ingin membeli, kami pasti melayani,” tandasnya.

Lebih lanjut Fajar menegaskan bahwa saat ini, pihaknya telah memperbaiki kerusakan pada mesin-mesin penggiling tebu hingga proses terakhir menjadi gula. Selain itu, proses produksi gula dilakukan dengan cepat, sehingga mengurangi resko kehilangan gula dengan jumlah yang banyak.

“Intinya adalah kecepatan. Kalau sering mesin berhenti, maka sudah pasti target tidak akan tercapai. Kecepatan produksi plus diimbangi dengan kondisi mesin yang bagus,” jelas Fajar kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...