Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Targetkan Produksi Gula Capai 22.500 Ton

Gambar berita
14 Mei 2019 (17:43)
Ekonomi
4758x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Pabrik Gula (PG) Kedawung mentargetkan dapat memproduksi gula sebanyak 22.500 ton.

Tak main-main, target tersebut optimis dapat dicapai dalam satu kali musim giling, yakni antara 140-150 hari.

Fajar Lazuardi, General Manager PG Kedawung mengatakan, dalam sehari, pihaknya mentargetkan dapat menggiling tebu dengan kapasitas 2400 ton. Sehingga apabila dikalkulasikan dengan jumlah total lama waktu giling tebu, maka pihaknya akan dapat menggiling sebanyak 300.000 ton tebu. Tebu-tebu tersebut berasal dari para petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan, seperti Rejoso, Nguling, Grati, Pohjentrek, Rembang dan lainnya. Serta dari wilayah terdekat dari Pasuruan, yakni Probolinggo, Malang, Gresik, Lumajang dan Mojokerto.

“Yang paling mendukung tercapainya target produksi gula kami ya tebu itu sendiri. Alhamdulillah kerja sama dengan para petani tebu sangat baik, sehingga Insya Allah target kita akan tercapai sesuai waktunya,” kata Fajar saat ditemui di kantornya, Selasa (14/05/2019).

Dijelaskannya, gula yang diproduksi PG Kedawung adalah berjenis Gula Kristal putih (GKP) dengan rendemen atau kandungan gula dalam batang tebu sebesar  rata-rata 7,5%. GKP yang diproduksi adalah gula konsumsi, sehingga bisa dipergunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Termasuk warga sekitar pabrik.

“Semoga dengan cuaca yang baik dan operasional lancar, target bisa dicapai. Gula yang kami produksi adalah gula konsumsi, bukan gula rafinasi yang biasanya dipakai untuk industry. Silahkan kalau ada masyarakat yang ingin membeli, kami pasti melayani,” tandasnya.

Lebih lanjut Fajar menegaskan bahwa saat ini, pihaknya telah memperbaiki kerusakan pada mesin-mesin penggiling tebu hingga proses terakhir menjadi gula. Selain itu, proses produksi gula dilakukan dengan cepat, sehingga mengurangi resko kehilangan gula dengan jumlah yang banyak.

“Intinya adalah kecepatan. Kalau sering mesin berhenti, maka sudah pasti target tidak akan tercapai. Kecepatan produksi plus diimbangi dengan kondisi mesin yang bagus,” jelas Fajar kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Mas Rusdi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Siap-siap, Sensus Ekonomi 2026 akan segera dimulai.Di Kabupaten Pasuruan, dimula...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Tasyakuran dan Soft Opening Command Center Terintegrasi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan memulai operasi...

Article Image
Pimpin Rakor dan Launching Mobil Operasional Satgas MBG. Bupati Pasuruan : Jadilah Satu Kesatuan Yang Saling Menguatkan Sampai Program Berhasil

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan seluruh penerima...

Article Image
Berkunjung ke SPPG Sumbergedang, Pilot Project Pengelola MBG di Kabupaten Pasuruan

Apa yang anda pikirkan saat berbicara tentang program Makan Bergizi Gratis alias...

Article Image
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Apresiasi KOMPPAK Kabupaten Pasuruan Gelar Festival Jamu, Pesona Kuliner dan Kriya

Tahun ini, Komunitas Pengusaha Perempuan Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) Kabupaten P...