Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Targetkan SMPN 1 Pohjentrek, SMPN 1 Grati dan SMPN 2 Bangil Raih Adiwiyata Mandiri

Gambar berita
04 November 2017 (17:18)
Pendidikan
2728x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun 2018, Pemkab Pasuruan mentargetkan jumlah sekolah yang meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri semakin banyak.

Setidaknya saat ini ada 3 sekolah yang dinominasikan meraih Adiwiyata Mandiri, yakni SMPN 2 Bangil, SMPN 1 Grati dan SMPN 1 Pohjentrek.

Muhaimin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan mengatakan, setiap tahunnya selalu ada sekolah yang disiapkan untuk menuju Adiwiyata Mandiri, di mana sekolah-sekolah tersebut harus bisa meraih predikat dari sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.

“Kita terus melakukan sosialisasi ke semua sekolah yang siap menuju Adiwiyata. Tentu saja sebelum mandiri harus melewati tahapan mulai dari adiwiyata kabupaten, propinsi sampai nasional,” kata Muhaimin di sela-sela kesibukannya, Sabtu (04/11/2017).

Menurutnya, untuk dapat meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional hingga mendiri, setiap sekolah dituntut untuk dapat melakukan lompatan, baik passing grade maupun 4 komponen penting, yakni kebijakan, kurikulum, partisipasi, dan sarana prasarana. Khusus untuk mandiri, harus ada 10 sekolah imbas yang dibina oleh masing-masing sekolah yang dinominasikan mandiri.

"Kita bangga sekali dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat sebagai sekolah cinta lingkungan, karena kita sadari bahwa lingkungan adalah bagian  paling dekat dari kita, sehingga sepatutnyalah kita harus menjaga dan merawatnya," terangnya.

Dirinya menargetkan, ketiga sekolah tersebut akan naik level menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2018 mendatang. Hal itu diakuinya, setelah melihat kesiapan dari seluruh sekolah tersebut untuk meraih predikat baru.

"Langsung atau tidak langsung kita ingin sekali melihat banyaknya sekolah adiwiyata di kabupaten pasuruan. Kalau semakin banyak, maka kita tidak perlu susah-susah untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar, karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak didik kita, yang selanjutnya merekalah yang akan merubah perilaku keluarga maupun warga di sekitar tempat tinggalnya untuk mencintai dan peduli dengan lingkungan," tandasnya.

Sementara itu, Maskun Rokhman, Kepala SMPN 2 Bangil mengungkapkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah adiwiyata, pihaknya telah memiliki 10 sekolah imbas, yakni 4 sekolah di wilayah Kecamatan Kraton, 3 sekolah di Rembang dan 3 sekolah di Bangil.

“Ada yang SD dan juga SMP, dimana kami terus melakukan sosialisasi adiwiyata agar sekolah-sekolah tersebut memiliki kemauan untuk menjadi sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Ini adalah persyaratan wajib yang harus dimiliki sekolah yang mau mandiri,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan.

Tak selesai sampai di sekolah imbas, SMPN 2 Bangil juga mengembangkan banyak program, di antaranya pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah yang asri, rindang, tertib dan bersih.

"Kita punya kegiatan yang kita namakan Gasing atau gerakan bersih lingkungan. Hal itu kita lakukan setiap hari, di mana sebelum bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa memberishkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting," jelasnya.

Lain halnya dengan SMPN I Pohjentrek. Kata Tanti Rahayu selaku Kepala SMPN I Pohjentrek, untuk bisa menembus Mandiri, pihaknya sudah menyiapkan banyak persiapan, utamanya adalah membudayakan seluruh penghuni sekolah untuk peduli lingkungan.

"Hal terkecil akan selalu kami perhatikan. Contohnya tentang sampah, di mana kami akan terus menekankan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, sekaligus bagaimana bisa memanfaatkan limbah sampah menjadi barang-barang atau sesuatu yang bernilai estetika tinggi, dan itu bisa dijual," ungkapnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Investor China Siap Tanam Modal 25 Triliun di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kian dilirik para investor asing yang ingin menanamkam modaln...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan RKB, Ruang Makan dan Asrama SMAN Taruna Madani Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan ruang kelas baru, ruang...

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...