Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Top!!, 2 Inovasi Pelayanan Publik Pemkab Pasuruan Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional

Gambar berita
21 Mei 2017 (16:58)
Pelayanan Publik
4755x Dilihat
0 Komentar
admin

2 Inovasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam bidang pelayanan public mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Program Sadari Kekerasan Perempuan dan Anak dengan Jemput Bola serta (Sakera Jempol) dan Program Sehat untuk Berkarya, Mandiri Bersama Kelompok Jelang Eliminasi Kusta (Surya Mas Jelita) menjadi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri PANRB, Asman Abnur kepada Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, dalam acara Gelar Pameran dan Simposium Pelayanan Publik Jawa Timur tahun 2017, di Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu (20/05/2017) malam.

Ditemui setelah penganugerahan selesai dilakukan, Bupati Irsyad mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, utamanya Kantor KBPP (Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan), Dinas Kesehatan, RSUD Bangil, Puskesmas Grati dan seluruh masyarakat yang telah memberikan sumbangsih dalam mengembangakn dua inovasi pelayanan public tahun 2017.

 "Saya hanya bisa mengucap syukur Alhamdulillah, karena untuk yang kesekian kalinya 2 inovasi pelayanan publik kami diapresiasi oleh pemerintah pusat, yang stau di bidang kesehatan dan yang satu dibidang perempuan dan anak,” terangnya.

Menurutnya, Surya Mas Jelita adalah sebuah inovasi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan penyakit kusta di wilayah grati sebagai daerah endemic kusta. Di dalam inovasi tersebut, setiap petugas melakukan pendekatan “SRUPUD“( Sosialisasi, Rembug kusta, Upaya pendekatan personal, Pembentukan KPD/Kelompok Perawatan Diri, Upaya memberdayakan kelompok, hingga Dievaluasi). Inovasi ini mempunyai  keunggulan antara lain memberikan pelayanan yang komprehensif mulai dari perawatan, pengobatan dan pemberdayaan melalui cara pendekatan yang manusiawi, komitmen dan kesungguhan dari semua pihak, kebersamaan semua elemen yang sehati, penderita tidak hanya sembuh tetapi mempunyai kemandirian dan berkarya.

“Dukungan akan mengalir apabila sudah bisa menampilkan manfaat dari hasil kinerja kita. Dan perlu diketahui bahwa inovasi ini sangat efektif untuk  menurunkan stigma di masyarakat akan bahayanya penyakit kusta di Grati,” katanya.

Kusta di Grati sendiri bukanlah hal baru. Kata Irsyad, sejak tahun 2009-2016, total ada 298 kasus kusta yang menimpa warga Grati. Penyebab munculnya kusta bisa karena beberapa hal, diantaranya pengetahuan tentang penyakit kusta yang kurang, angka kesakitan kusta yang tinggi, ditemukan kasus kusta pada anak, adanya kecacatan, pola hidup bersih dan sehat yang masih rendah, kurang optimalnya dukungan lintas sektor serta pendekatan yang dilakukan kurang tepat sehingga timbul kegagalan dalam eliminasi kusta.

“Di Puskesmas Grati penyakit kusta merupakan penyakit yang bercitra negatif dan mendapat diskriminasi di masyarakat sehingga penderita kusta merasa malu, tidak mau berobat dan tidak berdayaguna. Berdasarkan permasalahan yang ada, akhirnya kita lakukan beberapa langkah untuk mengatasinya, seperti sosialisasi pada petugas kesehatan, keluarga, Tokoh masyarakat/agama, kader kesehatan menggunakan media (leaflet, kipas dll) dan format follow up pemeriksaan, Rembug kusta dengan Dinas Kesehatan, Kecamatan, Puskesmas, Dinas Pendidikan, KUA, Bappeda, Disnakersostrans, Dinas Koperasi, Kepala Desa,Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama untuk menganalisis permasalahan  beserta penyelesaiannya, dan langkah lainnya, dan semuanya berhasil,” jelasnya dengan detail.

Sedangkan Inovasi Sakera Jempol merupakan solusi atas meningkatnya kasus kekerasan di Kabupaten Pasuruan. Program Sakera Jempol pun berhasil menurunkan angka kekerasan. Data tahun 2016, angka kekerasan menurun drastis tinggal 16 kasus. Padahal di tahun sebelumnya angka kekerasan di Kabupaten Pasuruan mencapai 58 kasus. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...