Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori berharap, seluruh
peserta Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) agar ke depannya memiliki
kecakapan dalam melaksanakan tugasnya. Tidak hanya terampil secara teknis saja,
melainkan juga memahami konsep syar’i.
Pria berkacamata yang sebelumnya pernah menjabat
sebagai Ketua Komisi dan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan periode 1999-2024
tersebut menitipkan beberapa pesan pentingnya. Bahwa SDM JULEHA yang handal dan
mumpuni sudah barang tentu akan berkontribusi besar terhadap jaminan kehalalan
produk hewani.
“Melalui kegiatan uji kompetensi ini, kami berharap
dapat mencetak tenaga JULEHA yang tidak hanya terampil secara teknis saja. Tapi
juga memahami aspek syar’i, kesehatan hewan dan prinsip-prinsip kesejahteraan
hewan. Pastinya akan berkontribusi besar terhadap jaminan kehalalan produk
hewani,” tuturnya bersemangat.
Digelar di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Wonorejo pada hari
Rabu (6/8/2025), Gus Shobih demikian biasanya Wakil Bupati familiar disapa menggarisbawahi
tentang pentingnya kepemilikan Sertifikat Halal bagi JULEHA. Baik sebagai
jaminan daging yang disembelih untuk konsumsi masyarakat sendiri maupun sebagai
daya saing produk hewani di tingkat nasional. Atau bahkan di level internasional.
“Yang terpenting lagi, kalau Pemerintah menggalakkan
Bimtek JULEHA, maka akan mengangkat daging yang akan kita setor ke luar negeri.
Halalnya bisa dijamin. Sehingga Negara kita bisa bersaing. Karena Sementara ini
negara kita kalah dengan Negara-negara lain. Bahkan kalah dengan Negara bukan
Islam, Thailand. Di sana, Sertifikat Halal-nya sudah diterima Negara-negara
Islam, imbuh Gus Shobih.
Dalam arahannya, Wabup Gus Shobih menyatakan rasa
optimisnya. Bahwa seluruh peserta Ujian Kompetensi JULEHA akan mendapatkan
Sertifikat Halal-nya. Sekaligus berharap agar benar-benar memanfaatkan kegiatan
yang diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tersebut untuk banyak
belajar dari para narasumber berkompeten. Yakni dari Lembaga Sertifikasi
Profesi Halal Indonesia (LSPHI) dan Halal Institute.
“Islam
memberikan aturan syariat, aturan yang pasti, jelas
dan nyata. Sehingga menjamin ketersediaan daging yang aman sehat
utuh dan halal untuk dikonsumsi masyarakat. Dagingnya, hasilnya juga nanti lain dengan hewan yang disembelih
tidak melalui syariat. Insyaallah
dengan kegiatan ini Panjenengan semua akan mendapatkan Sertifikat JULEHA. Harapannya, bulan Idul
Adha nanti tidak
akan kekurangan juru-juru sembelih,” tandasnya.
Di sisi lain, Gus Shobih tak lupa menyampaikan
harapannya kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasruan agar ke depannya bisa terus mengedukasi JULEHA. Menjadikannya mumpuni dalam menyembelih Ayam dan Sapi adalah tujuannya.
Merespon hal itu, Kepala Dinas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiah mengutarakan komitmen dan kesiapannya untuk
meningkatkan kompetensi dan profesionalisme JULEHA. Tidak terkecuali pemahaman
syariat Islam dalam proses penyembelihan hewan halal. Seperti yang diungkapkan
dalam pernyataannya berikut ini.
“Pemahaman syariat Islam dalam proses penyembelihan
hewan halal sangat penting dilakukan JULEHA. Tujuannya tidak lain untuk mendukung
sistem jaminan produk halal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sekaligus memenuhi
tuntutan regulasi nasional maupun internasional,” jelasnya.
Kegiatan dilaksanakan selama Agustus-September 2025. Uji Kompetensi diikuti
oleh ratusan peserta dari 24 Kecamatan. Terdiri dari Ta’mir Masjid/Musholla dan
Penyembelih Ayam, Kambing dan Domba. Bulan ini, total 400 orang yang mengikuti.
Dari jumlah itu dibagi menjadi 8 kelas, masing-masing ada 50 orang. (Eka Maria)
Komentar