Untuk mewujudkan generasi muda berkualitas, Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara intens memberikan edukasi kepada para pelajar dengan beragam materi. Seperti halnya kegiatan “Sosialisasi Pencegahan Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Tahun 2025” yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada hari Selasa (20/5/2025) siang.
Bertempat
di Aula SMA Negeri 1 Bangil, forum diskusi diikuti oleh seratus pelajar SMA
sederajat di Kabupaten Pasuruan. Yakni SMAN 1 Pandaan, SMAN 1 Beji dan SMA Ma’arif
NU Pandaan. Secara estafet, para peserta memperoleh beragam materi yang
disampaikan oleh narasumber berkompeten. Seperti Badan Narkotika Nasional (BNN)
dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Akademisi serta Praktisi berpengalaman.
Dalam
arahannya, Gus Shobih demikian biasanya Wakil Bupati disapa mengajak seluruh
peserta agar membangun kesadaran secara bersama-sama. Terlebih setiap individu
memiliki tanggungjawab untuk menjadi agen perubahan.
“Kegiatan
hari ini adalah bentuk kehadiran Pemerintah untuk merespon maraknya peredaran
narkoba di kalangan pemuda. Dengan edukasi ini, diharapkan menjadi pemicu
semangat bagi para pelajar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan
masing-masing. Serta menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik,” ucapnya
pada hari Selasa (20/5/2025) siang.
Lebih
lanjut Gus Shobih menegaskan, eksistensi generasi muda di era disrupsi tidak
hanya unggul dalam aspek akademik saja. Melainkan juga kuat dalam karakter,
kokoh dalam nilai-nilai moral serta tangguh dalam menghadapi berbagai godaan
dan tantangan jaman. Terlebih, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh
kecerdasan intelektual semata. Namun juga oleh kematangan spiritual dan
integritas moral para pemudanya.
“Menjadi
pemuda yang berani bersikap, berani memilih jalan yang benar dan berani menjadi
teladan di tengah masyarakat. Karena sejatinya, masa depan Indonesia ada di
tangan Adek-adek semua. Dan masa depan yang cerah dimulai dari generasi yang
bersih, sehat dan bebas dari narkoba,” imbuhnya.
Sebelumnya
dalam laporannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan,
Mujiono menyatakan, diselenggarakannya kegiatan sosialisasi bertujuan untuk
memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Berikut, cara pencegahan yang harus dilakukan secara kolektif dan
berkelanjutan.
“Kami
melaksanakan program sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan
pemuda terhadap bahaya narkoba,” tandasnya.
Diketahui,
hingga saat ini, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu persoalan yang
sangat serius dan mendesak untuk diatasi. Tidak hanya merusak tubuh dan
kesehatan mental saja, melainkan juga menjadi faktor penghancur harapan, impian
dan masa depan seseorang.
Di
sisi lain, penyalahgunaannya berkontribusi terhadap meningkatnya angka kriminalitas,
keretakan rumah tangga serta penurunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dampaknya
pun tidak hanya bagi individu saja, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Bahkan
berpengaruh langsung terhadap kemajuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa
dan bernegara.
Maka
dari itu, Pemerintah Daerah mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bahaya
Narkoba Bagi Pemuda sebagai wujud komitmen untuk melakukan pencegahan penyalahgunaannya.
Targetnya, memberikan pemahaman utuh, kesadaran mendalam serta keterampilan
praktis kepada para generasi muda. Khususnya para pelajar agar mampu menjaga
diri dari jeratan narkoba dan pergaulan yang menyimpang. (Eka Maria)
Komentar