Untuk mewujudkan generasi tangguh di era disrupsi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan intens menyelenggarakan kegiatan bersifat edukatif. Seperti halnya agenda Sosialisasi bahaya Narkoba yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Pada saat hadir sebagai pembicara, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menekankan tentang maraknya peredaran narkoba yang harus diwaspadai bersama. Maka dari itu, dibutuhkan tindakan kolektif dari semua unsur masyarakat untuk melakukan upaya preventif agar terhindar dari jerat bahaya narkoba.
"Seperti yang kita ketahui bersama, kebijakan pemerintah pusat untuk menindak tegas terhadap para pelaku peredaran narkotika harus kita dukung. Karena sudah sampai pada level yang membahayakan. Untuk mengatasi masalah narkotika, tidak hanya melibatkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, tetapi juga mengikut sertakan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya pada hari Selasa (21/11/2023) sore.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Senyiur, Kecamatan Prigen tersebut, Pj. Bupati Andriyanto meminta kepada tenaga pendidik, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pelajar agar bergerak bersama Pemerintah Daerah. Harapannya, ada upaya pencegahan dan memberikan pemahaman terlebih dahulu, sebelum dilakukan upaya represif.
"Maka dari itu, Pemkab Pasuruan melalui Dispora memprogramkan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi pemuda yang sekarang kita ikuti bersama. Tujuannya, generasi muda memahami beragam jenis obat-obatan yang termasuk dalam narkoba. Sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba," tuturnya.
Ditambahkannya, ada jenis obat-obatan yang digunakan untuk keperluan medis. Tetapi seiring perkembangan jaman, justru disalahgunakan terutama di kalangan remaja. Sebut saja morphin, jenis obat yang menyebabkan pemakainya merasa tenang. Sehingga sering juga disebut sebagai obat penenang. Ada juga jenis sabu dan ekstasi yang menstimulasi saraf sehingga meningkatkan kinerja organ lebih cepat.
"Ada juga ganja yang membuat pemakainya dapat berhalusinasi. Dan masih banyak obat-obatan berbahaya lainnya yang bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh, bahkan kematian. Ini salah satu contoh nyata, penyalahgunaan narkotika sangat berbahaya. Makanya harus kita hindari dan antisipasi bersama," pungkasnya.
Sementara itu, pantauan Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, agenda sosialisasi yang diadakan selama dua hari (21-22 November 2023) itu berlangsung dinamis. Hal itu terlihat dari keaktifan para peserta dalam merespon materi yang disampaikan oleh narasumber. Baik pada hari pertama maupun hari kedua pelaksanaan kegiatan. (Eka Maria)
Komentar