Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Banjir dan Tanah Longsor

Gambar berita
11 November 2025 (08:31)
Lingkungan
546x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor. Utamanya warga yang tinggal di daerah rawan, yakni di daerah pegunungan dan bantaran sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan himbauan ini penting, sebab curah hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan dapat memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

"Karena meski masih pancaroba, namun intensitas hujan sudah mulai sering. Bahkan sampai berjam-jam meski intensitasnya tidak terlalu deras," kata Sugeng di sela-sela kesibukannya, Selasa (11/11/2025).

Soal potensi banjir, BPBD telah melakukan pemetaan. Hasilnya, sejumlah kecamatan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir. Di antaranya Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Gondangwetan, Winongan, Grati, Rejoso, dan Nguling.

Untuk mengurangi risiko, BPBD menurut Sugeng telah memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System di sejumlah aliran sungai besar. 

"Kita pasang sistem peringatan dini sudah lama. Alat tersebut berfungsi memberi tanda bahaya dini jika terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba," singkatnya.

Selain banjir, potensi tanah longsor juga menjadi perhatian utama BPBD Kabupaten Pasuruan. Wilayah seperti Prigen, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Tosari, Lumbang, dan Puspo termasuk dalam zona rawan longsor.

Kata Sugeng, pihaknya juga sudah memasang pendeteksi longsor dan rambu-rambu evakuasi. Tujuannya supaya masyarakat sekitar bisa sigap dan siap saat menghadapi situasi genting.

“Kami sudah pasang pendeteksi longsor dan rambu-rambu evakuasi agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi situasi darurat,” tambahnya. 

Tak selesai sampai di situ, BPBD juga menggandeng para relawan di tingkat kecamatan untuk memantau kondisi lapangan, terutama di wilayah hulu. Dimana informasi dari relawan akan diteruskan ke wilayah hilir agar warga bisa segera bersiap jika ada potensi bencana.

Selain itu, pihak BPBD rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga terus dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Hanya saja, Sugeng menegaskan pentingnya peran warga dalam menjaga lingkungan agar bencana tidak semakin parah. Khususnya mengaktifkan kerja bakti.

“Kami imbau masyarakat tidak membuang sampah di sungai dan segera melapor jika melihat tanda-tanda bencana seperti tanah retak atau air sungai meluap,” pungkasnya. (emil)




Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Sukseskan MBG, Pemkab Pasuruan Intens Berkoordinasi Lintas Lini dan Gelar Pelatihan Menu Bagi Para Chef MBG

Untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kabupaten Pasu...

Article Image
365 Desa/Kelurahan Miliki Pos Bantuan Hukum, Bupati Pasuruan Raih Penghargaan dari Menteri Hukum RI

Menteri Hukum Republik Indonesia (RI), Supratman Andi Agtas memberikan pengharga...

Article Image
Jelang Nataru. Disperindag Kabupaten Pasuruan Sidak SPBU

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, Bidang Metrologi Legal Dinas Perindustrian...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Puncak HKG ke 53

Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang dilaksanakan Tim Peng...