Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Satpol PP Kabupaten Pasuruan Razia Wisma di Prigen. 10 WTS Dipulangkan

Gambar berita
02 Maret 2026 (16:03)
Pemerintahan
192x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Diduga masih ada praktik prostitusi saat Ramadhan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan melakukan penyisiran ke sejumlah wisma di Prigen, Minggu (2/3/2026).

Operasi ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah daerah untuk memastikan wilayah pegunungan tersebut bersih dari praktik prostitusi.

Pantauan di lapangan, petugas menyisir lorong-lorong pemukiman dan menemukan sebuah wisma yang kedapatan masih nekat menerima tamu. Di lokasi tersebut, personel mendapati sekelompok wanita yang diduga kuat berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Selain personel kabupaten, jajaran Kasi Trantib Kecamatan Prigen juga turut diterjunkan sebagai penggerak utama di lapangan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat mangkal para pelanggar.

Kabid PPUD Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengonfirmasi bahwa mayoritas wanita yang terjaring berasal dari luar provinsi Jawa Timur. 

Total ada 10 perempuan yang kebanyakan berasal dari Bandung, Jawa Barat, dan semuanya dipulangkan ke kampung halamannya, 

"Sesudah kami amankan, langsung kami perintahkan untuk pulang hari itu juga," kata Suyono melalui sambungan selulernya, Senin  (2/3/2026).

Dijelaskan Suyono, langkah penertiban ini merupakan bagian dari pengamanan wilayah selama bulan suci Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. 

"Kami memastikan tidak akan memberikan ruang bagi tempat hiburan maupun wisma yang tetap membandel melanggar aturan," singkatnya.

Leebih lanjut Suyono menegaskan bahwa pihaknya memberikan pilihan tegas kepada mereka untuk meninggalkan lokasi secara mandiri atau dibawa ke kantor secara paksa. 

Pasca diamankan, sebagian besar dari mereka akhirnya menyadari kesalahan dan memilih untuk segera mengemasi barang-barang mereka.

Tindakan tegas ini dilakukan tanpa pandang bulu terhadap semua pengelola yang terbukti memfasilitasi aktivitas terlarang. 

"Kami melaksanakan pembubaran paksa sebagai bentuk nyata bahwa tidak ada kata tebang pilih dalam penegakan perda," tambah Suyono.

Saat ini kawasan tersebut terus dipantau secara berkala oleh tim patroli guna mencegah kembalinya para pelaku ke lokasi semula. Pemerintah berharap pendekatan persuasif ini cukup efektif untuk mengakhiri praktik asusila di kawasan wisata Prigen. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Buka Musrenbang RKPD 2027. Mas Rusdi Beri Penghargaan Kecamatan dan OPD Penyelenggara Terbaik dan Terunik

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musr...

Article Image
Para Pemudik Silahkan Mampir di 7 Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Polres Pasuruan

Untuk melayani para pemudik selama Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...