Seringkali
banyak pengunjung pameran produk unggulan yang mengira jika buah eksotis
berwarna merah, kuning dan hijau dipajang di stan pameran Kabupaten Pasuruan
hanya sayuran artifisial alias imitasi berbahan plastik. Namun dugaan awal itu
seketika sirna pada saat mereka memegang langsung buah lonjong menyerupai
lonceng beruas lima yang mengandung vitamin C dan senyawa beta karotin
berlimpah tersebut. Perkenalkan, Paprika kualitas premium dari Kecamatan Tutur,
namanya.
Potensi
Paprika yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Tutur ini memang luar biasa. Produktivitasnya
yang cukup melimpah disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, penggunaan
benih varietas unggul, penggunaan pupuk yang disalurkan melalui sistem irigasi
tetes, pembangunan jaringan irigasi tetes dan pengendalian organisme pengganggu
tanaman sejak dini. Sehingga tidaklah mengherankan jika Kabupaten Pasuruan
dikenal sebagai daerah sentra penghasil utama Paprika di Jawa Timur.
Lebih
dari 300.000 tanaman Paprika tumbuh dan berkembang di beberapa desa di
Kecamatan Tutur yang secara geografis dengan ketinggian 900 mdpl di lereng
gunung Bromo tersebut sangat memungkinkan digunakan sebagai sentra budidaya. Hingga
saat ini, sedikitnya 151.000 tanaman Paprika tersebar di puluhan green house
yang banyak dibudidayakan di Desa Tlogosari. (Eka Maria)