Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Banjir Terjang 11 Desa di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
09 Maret 2024 (06:31)
Lingkungan
7168x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat (8/3/2024) siang-sore kemarin, mengakibatkan sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir.

Tiga kecamatan terdampak yakni Grati, Winongan dan Rejoso.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir terparah ada di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Di dusun ini, banjir bisa setinggi 1-2 meter, lantaran kondisi permukiman warga yang lebih rendah dari sungai, membentuk cekungan.

Sampai berita ini ditulis, banjir masih menggenangi rumah warga, meski debit air sudah mulai turun.

Selain di Kedawung Kulon, banjir di wilayah Kecamatan Grati juga memasuki pemukiman warga di Desa Kedawung Wetan. Sedangkan di wilayah Kecamatan Winongan, banjir terjadi di 5 desa, yaitu Desa Prodo, Bandaran, Winongan Kidul, Lebak, dan Sruwi. Dari lima desa ini, wilayah terparah terjadi di Desa Bandaran, dimana ketinggian air banjir bisa mencapai 130 sentimeter.

Sementara di wilayah Kecamatan Rejoso, setidaknya ada 4 desa terdampak, yakni Toyaning, Arjosari, Rejoso Lor dan Jarangan. Terparah ada di Desa Toyaning sampai 370-an rumah yang terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, penyebab banjir menerjang sampai di tiga kecamatan tak lain karena intensitas hujan dari wilayah hulu yang sangat tinggi dan berlangsung hingga lebih dari satu jam. Terutama dari wilayah Kecamatan Lumbang dan Tosari. Sehingga sungai rejoso tak mampu menahan debit air yang begitu besar hingga meluap ke pemukiman.

"Beberapa hari ini hujan turun setiap hari mulai siang sampai sore, dan itu berlangsung berjam-jam. Terutama di wilayah atas seperti Lumbang, Tosari dan lainnya," kata Sugeng di sela-sela pantauan banjir di Desa Kedawung Kulon, Sabtu (9/3/2024) siang.

Dari seluruh wilayah terdampak, rata-rata warga tetap bertahan di rumahnya. Namun lain dengan warga Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon yang harus mengungsi ke masjid-masjid yang lokasinya aman dari banjir. Sebab banjir menutup sebagian besar bangunan tempat tinggal warga.

"Kalau tidak mengungsi ya bahaya, makanya kami bantu untuk mengungsi di masjid-masjid yang aman dari banjir," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada korban jiwa dalam banjir kali ini, Sugeng menegaskan tidak ada.

"Tidak ada korban jiwa," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Warga Pasuruan Patut Bangga, Sampah Bakal Diubah Jadi Listrik 10 Megawatt

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan siap penuh mengikuti Program Tata Kelol...

Article Image
Gus Shobih Lantik Pengurus BAZNAS Kab. Pasuruan 2026–2031, Dorong Pengurus Lahirkan Program-Program yang Berdampak

Wakil Bupati Pasuruan resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Dikunjungi Ratusan Mahasiswa 42 Negara

Ratusan mahasiswa SI, S2 dan S3 dari 42 negara di dunia berkunjung ke Kabupaten...

Article Image
Gus Shobih Lantik Pimpinan Baznas Kabupaten Pasuruan Periode 2026-2031

Untuk kedua kalinya, Abdullah Nasih Nasor terpilih kembali menjadi Ketua Badan A...

Article Image
Januari-Juli 75 Kasus Kebakaran. Damkar Kabupaten Pasuruan Imbau Warga Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Terhitung Januari-Juli 2026, tercatat ada 75 kejadian kebakaran di Kabupaten Pas...