Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Mohon Keselamatan, Warga Ranu Klindungan Gelar Distrikan

Gambar berita
21 Oktober 2019 (18:49)
Wisata Budaya
4478x Dilihat
0 Komentar
admin

Masyarakat di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, kembali menggelar Distrikan, Minggu (30/10/2019).

Ribuan warga tumplek blek membanjiri lokasi Distrikan maupun jalan-jalan yang dipakai untuk karnaval atau kirab budaya.

M Nizar, Panitia Distrikan mengatakan, kegiatan Distrikan merupakan budaya sekaligus potensi wisata yang harus dilestarikan. Apalagi distrikan adalah tradisi yang sudah turun temurun untuk menghormati kepercayaan para leluhur Ranu Grati, akan penunggu danau yang dikenal sebagai Baru Klinting, sesosok dewa yang berwujud ular besar.

"Sekalipun kebanyakan dari kami adalah muslim, tapi kami tetap melaksanakan ritual yang sama dengan pendahulu-pendahulu kita. Karena mau gak mau, mereka telah memberikan kontribusi yang banyak untuk keberlangsungan Ranu Grati. Kemudian kami juga telah mengetahui legenda tentang Baru Klinting atau sang penjaga danau ranu, di mana kalau setiap malam syuro pasti ada salah satu warga yang melihat penampakan seperti ular besar di tengah-tengah ranu," kata Nizar di sela-sela acara.

Selain untuk meneruskan kepercayaan para nenek moyang sekitar Ranu Grati, tradisi distrikan juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan memohon keselamatan saat bekerja. Upacara Distrikan upacara distrikan diibaratkan sebagai ungkapan permohonan warga nelayan keramba yang berdekatan dengan Danau kepada sang pencipta agar melimpahkan rezeki dan menjauhkan dari marabahaya dalam menangkap ikan.

"Kita terus berusaha untuk menjaga budaya ini, sekalipun jaman sudah masuk era globalisasi, tapi kita harus tetap mempertahankan unsur keaslian yang ada di desa kami," imbuhnya.

Sementara itu, sebelum ritual Larung Sesaji dimulai, terlebih dulu dilakukan Kirab Budaya, di mana Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf berkeliling Desa Ranuklindungan dengan menaiki Kereta Kencana Khas Grati. Setelah itu, dilanjutkan dengan tari-tarian dan doa bersama bersama pemuka agama setempat maupun para nelayan dan warga yang menyaksikan. Tak lupa, pakaian yang dikenakan oleh para nelayan pun tak sama dengan ketika mereka beraktifitas di sekitar ranu grati. Kebanyakan para nelayan sengaja menyimpan pakaian adat yang dipakai pada tahun-tahun sebelumnya, sebab dirasa masih bagus dan layak untuk dikenakan dalam momen larung sesaji di ranu grati. Dalam doanya, mereka berharap dengan dilarungnya sesaji yang telah disediakan, seyogyanya kesejahteraan akan datang kepada warga yang menggantungkan hidupnya dari Danau Ranu Klindungan

Barulah, setelah doa berakhir, sesajen yang terdiri dari berbagai macam makanan berupa nasi tumpeng warna putih, kuning, hijau dan hitam, maupun ayam dan bebek yang masih hidup, kemudian diarak bersama-sama oleh warga yang mengenakan pakaian tradisional khas jawa, untuk selanjutnya menuju tengah danau Ranu, guna mempersembahkan semua sesaji dan hasil bumi, kepada penunggu danau ranu grati. Untuk menuju ke ranu, para nelayan tersebut menggunakan perahu naga yang sudah dihias sedemikian rupa hingga tampak cantik dan berwarna-warni. Dalam kesempatan tersebut, baik Camat Grati, kemudian Kapolsek Grati, Danramil Grati, dan Panitia diberikan kesempatan untuk melarung tumpeng ke ranu grati. Sesampai di tengah ranu grati, para nelayan dan warga setempat diberikan kebebasan untuk merebut atau mengambil sesaji itu secara bersama-sama. Hal itu dilakukan agar banyaknya ikan yang ada di ranu grati, sama banyaknya dengan rejeki para warga yang tinggal di sekitar danau ranu grati.

"Tradisi inimerupakan peninggalan nenek moyang kami. Intinya kami berharap dengan kegiatan ini, nelayan di sekitaran Danau Ranu bisa mendapatkan kesejahteraan,” ucap Nizar kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, Lulis Irsyad Yusuf menghimbau agar Distrikan selalu dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Pemkab Pasuruan akan menjadikan Distrikan sebagai wisata khas Grati yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.

“Tradisi Distrikan ini sangat unik dan memiliki nilai sejarah yang kuat, sehingga harus dipertahankan sampai kapanpun. Oleh karenanya, saya mengajak kepada semua warga untuk selalu melestarikan budaya ini, karena kita juga akan mendukungnya,” ungkap Lulis, sesaat setelah Distrikanselesai dilaksanakan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

Article Image
Peringati Hari Kartini, PT Sorini Agro Asia Corporindo, Cempaka Foundation, DLH dan TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuna

PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Pandaan Plant) bersama Cempaka Foundatio...