Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Museum Kabupaten Pasuruan Akan Segera Diresmikan

Gambar berita
05 Juli 2019 (13:16)
Pariwisata
6014x Dilihat
0 Komentar
admin

Museum Kabupaten Pasuruan Muhammad Cheng Hoo akan segera diresmikan.

Satu-satunya museum di Kabupaten Pasuruan tersebut akan diresmikan oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, berbarengan dengan kegiatan Penutupan Rakornas III Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) dan Konser Sholawat Charlie Van Houten bersama Bupati Irsyad, di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat (05/07/2019) malam.

Nurul Hudayati, Kabid Seni Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)Kabupaten Pasuruan mengatakan, sebelum diresmikan, penataan Museum telah dilakukan mulai 30 November 2018 hingga 26 Desember 2018. Di dalamnya, Museum Kabupaten Pasuruan berisikan berbagai macam koleksi benda bersejarah yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Mulai dari koleksi yang berasal dari pinjam pakai, kompensasi/imbal jasa serta hibah.

“Ada tiga macam koleksi benda yang ada di Museum Kabupaten Pasuruan. Yakni berasal dari pinjam pakai, kompensasi dan hibah. Dan Alhamdulillah, secara perlahan jumlah koleksi kita semakin banyak,” kata Nurul saat ditemui di ruangannya, Jumat (05/07/2019).

Hingga saat ini, total ada 79 koleksi benda bersejarah yang ada di Museum Kabupaten Pasuruan. Terdiri dari 25 benda yang berasal dari pinjam pakai. 42 benda dari imbal jasa atau kompensasi, serta 12 benda yang merupakan hibah alias pemberian dari masyarakat secara ikhlas. Kata Nurul, koleksi pinjam pakai merupakai hasil pinjaman dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan.

Sedangkan imbal jasa adalah koleksi benda bersejarah yang dibeli dari masyarakat berdasarkan taksiran tim BPCB, untuk selanjutnya ditawarkan kepada masyarakat yang menjualnya. Disparbud sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk memberikan imbal jasa kepada masyarakat, atas temuan benda bersejarah.

Sementara untuk hibah adalah pemberian sukarelawan dari masyarakat yang ikhlas memberikan benda bersejarah temuan mereka kepada pihak museum.

“Khusus untuk hibah ada 12 benda, yakni 11 buah keramik dan 1 golok menganti. Kami sangat berterima kasih karena telah menyumbangkan hasil temuannya untuk kami simpan di museum,” tandasnya.

Dengan semakin banyaknya koleksi di Museum, Disparbud masih memberikan kesempatan untuk masyarakat yang ingin menunjukkan hasil temuannya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam museum.

“Koleksi kami masih sangat terbatas, sehingga terbuka lebar bagi masyarakat. Apabila ada masukan dari kolektor yang bisa dimasukkan ke dalam museum, kami sangat berterima kasih,” jelasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
BPBD Kabupaten Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan perin...

Article Image
13 Kali Berturut-Turut. Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

13 kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sukses mempertahankan pred...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan...

Article Image
Idul Adha 1447 H. Pemkab Pasuruan Salurkan 260 Hewan Qurban

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan qur...

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...