Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Peringati HSN, Ratusan Santriwati Ponpes Wahid Hasyim Bangil Kenakan Baju Adat Nusantara

Gambar berita
23 Oktober 2021 (12:44)
Pendidikan
4007x Dilihat
0 Komentar
admin

Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Wahid Hasyim Bangil punya cara unik untuk memaknai Hari Santri Nasional tahun ini.

Puluhan santriwati di ponpes tersebut memakai Baju Adat dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Tak tanggung-tanggung, lebih dari 80 santriwati plus para guru dan Sang Pengasuh Ponpes juga kompak mengenakan pakaian adat yang dipilih saat Upacara Hari Santri Nasional di Halaman Ponpes Wahid Hasyim Bangil, Jumat (22/10/2021) pagi.

Dari pantauan di lapangan, Gus Wildan selaku Pembina Upacara mengenakan Baju Dayak khas Kalimantan. 

Menurutnya, Indonesia adalah negara kaya budaya. Dimana di dalamnya terdapat banyak keragaman, salah satunya terlihat dari pakaian adat sebagai ciri khasnya. Atas dasar itulah, Ponpes Wahid Hasyim memilih memakai pakaian adat nusantara.

Disamping itu, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam. Sehingga sudah pasti, jutaan santri tersebar di semua wilayah NKRI.

"Karena kami merasa bahwa santri itu hadir untuk nusantara. Di mana mana ada santri, mulai Sabang sampai Merauke. Banyak suku yang memakai pakaian khasnya masing-masing. Dari sinilah, saya menggagas Upacara Hari Santri dengan konsep keragaman suku budaya dalam pakaian adat," katanya.

Untuk bisa menghadirkan semua pakaian adat tersebut, sebagian sudah dimiliki Ponpes Wachid Hasyim, dan beberapa pakaian didapat dengan cara menyewa.

"Ada yang sudah kita punyai sendiri, namun beberapa kita sewa. Yang jelas, ini adalah bentuk kecintaan kita pada negeri ini," terangnya.

Dalam Peringatan Hari Santri tahun 2021, Gus Wildan meminta para santri untuk tetap semangat menghadapi Pandemi, serta tidak boleh lengah dan abai dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Karena di pondok aman. Yang namanya santri juga harus ikut menjaga negeri ini sampai kapanpun. Selama pandemi, para santri wajib untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan TNI AL Sepakat Bentuk Tim Ad Hoc Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan di Lekok dan Nguling

Pemerintah bersama TNI AL sepakat membentuk Tim Ad Hoc untuk mempercepat penyele...

Article Image
Berangkatkan Peserta Bromo KOM 2026. Wabup Gus Shobih : Ajak Semua Keluarga Anda Berlibur dan Berwisata di Kabupaten Pasuruan

Bromo KOM 2026 resmi dimulai. Ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, pengho...

Article Image
Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Region...

Article Image
33 Desa di Kabupaten Pasuruan Telah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tanggu...

Article Image
Ikuti Rapat Dengar DPR RI. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Terus Perjuangkan Kepastian Hukum Warga Lekok Sampai Tuntas

Persoalan sengketa lahan antara masyarakat dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di sal...