Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Permainan Tradisional Pelajar SD Meriahkan Upacara Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1094

Gambar berita
18 September 2023 (17:29)
Budaya
2769x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Ada yang menarik perhatian di sela-sela Upacara Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1094 yang digelar di Halaman Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (18/09/2023) pagi.

Ratusan pelajar SD di Kabupaten Pasuruan tampil memainkan permainan tradisional di hadapan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dan Wakil Bupati Mujib Imron dan undangan lainnya.

Dari pantauan di lapangan, total ada 11 permainan yang diperagakan para siswa-siswi, usai upacara selesai digelar. Diantaranya permainan ular naga, dakon, tikus kucing, holahop, sewek terbang, egrang batok, engklek, bendan, lompat tali, sri gendem dan klompen raksasa.

Dengan memakai baju ala tempo dulu, para bocah ini tampil satu-satu selama tiga menit, dan mengakhirinya dengan ucapan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di hadapan seluruh undangan.

"Senang sekali bisa tampil di depan Pak Bupati," singkat Khusnul, salah satu siswi asal Nguling.

Meski hanya tiga menit, namun para siswa-siswi tersebut mempersiapkannya secara matang. Aris, salah satu guru pendamping dari Kecamatan Kraton mengaku, anak didiknya berlatih selama seminggu untuk memainkan klompen raksasa, lengkap dengan dramanya.

"Seminggu ini latihan menghafalkan naskah meskipun rekaman. Dan alhamdulillah hasilnya memuaskan," terangnya.

Sementara itu, Ketua KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf mengaku bangga dengan tampilan anak-anak dalam permainan tradisional alias oltrad (olahraga tradisional).

Ia berharap permainan tersebut tak hanya ditunjukkan pada momen seremoni saja. Melainkan dipraktekkan minimal di lingkungannya masing-masing.

"Saya minta untuk tidak dipraktekkan ketika ada acara seperti ini saja. Tapi dipraktekkan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing," harapnya.

Dengan semakin sering dilakukan, maka permainan tradisional bisa mengalihkan kecanduan anak pada gadget seperti saat ini. Lulis meyakini akan hal itu, sebab permainan tersebut selain menyenangkan juga bisa mengeluarkan banyak keringat.

"Kalau sudah capek, maka tinggal istirahat. Terus ngaji, terus belajar, tidur, selesai. Makanya ayok kita lestarikan permainan tradisional yang kita miliki bersama," ajaknya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
13 Kali Berturut-Turut. Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

13 kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sukses mempertahankan pred...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan...

Article Image
Idul Adha 1447 H. Pemkab Pasuruan Salurkan 260 Hewan Qurban

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan qur...

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...

Article Image
HLUN 2026. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Ajak Lansia Investasi Kesehatan

RSUD Bangil bersama Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Kelua...